LAGA tandang perdana Persib Bandung melawan Persiram Raja Ampat, memang telah mencapai target dengan raihan 1 poin. Target realistis yang diinginkan oleh sang juru racik Persib Djadjang Nurdjaman. Seharusnya, para martil Persib ini bisa memenangkan pertandingan jika wasit Husni memberikan keputusan yang tepat dengan menyatakan off side pada James Koko Lomel sebelum terjadi gol penyama kedudukan 2-2.
Bagi playmaker Persib Firman Utina, ia mengaku tidak ingin larut dalam hasil imbang yang penuh dengan kontroversi tersebut. Baginya, bisa bermain dengan baik, menghasilkan gol dan mendapat poin, tidaklah menjadi sia-sia.
"Setiap pertandingan maupun kemarin, saya selalu ingin memotivasi diri saya maupun pemain lain untuk bisa cetak gol dan dapat poin. Dan kemarin, Alhamdulillah kami bisa mencapai itu. Meskipun kita tahu, keputusan wasit merugikan kami. Tapi saya tidak ingin lebih jauh mengomentari hal itu," kata Firman kepada Tribun, Jumat (1/2).
Dari segi pertandingan, Firman menilai dirinya dan pemain lain, semaksimal mungkin mengikuti intruksi pelatih dengan baik. Selain itu, ia mengaku timnya bermain tanpa beban meski di laga tandang.
"Kami jalankan perintah pelatih. Kami bermain lepas dan benar-benar menikmati pertandingan. Kemarin, kami tidak pikir main tandang dan kandang, yang terpenting dapat poin," ujarnya.
Hasil imbang 2-2 melawan Persiram ini menjadi modal bagi skuad Maung Bandung yang akan menghadapi Persidafon Dafonsor awal pekan depan. Mantan kapten timnas Indonesia ini pun berharap bisa meraih hasil positif di laga tersebut.
"Selanjutnya di Persidafon tentunya kami ingin meraih hasil positif. Dan semoga di laga nanti para pemain lebih termotivasi lagi,' ujarnya.
Firman sendiri terbilang pemain senior di Indonesia, sekaligus mantan kapten timnas Indonesia. Saat ini, ia bermain di klub yang selalu mendapatkan prestasi buruk di laga tandang. Disinggung mengenai hal itu, Firman sendiri memilih bersikap optimis dan berusaha merubah image tersebut dari timnya.
"Bagi saya, laga tandang musim ini harus dapat poin berapapun. Maksmal harus dapat 6 poin atau minimal dapat 1 poin. Selain itu, kalau tidak dapat 6 poin, kami harus dapat 4 poin. Termasuk di laga tandang kali ini," ujarnya. (*)
Bagi playmaker Persib Firman Utina, ia mengaku tidak ingin larut dalam hasil imbang yang penuh dengan kontroversi tersebut. Baginya, bisa bermain dengan baik, menghasilkan gol dan mendapat poin, tidaklah menjadi sia-sia.
"Setiap pertandingan maupun kemarin, saya selalu ingin memotivasi diri saya maupun pemain lain untuk bisa cetak gol dan dapat poin. Dan kemarin, Alhamdulillah kami bisa mencapai itu. Meskipun kita tahu, keputusan wasit merugikan kami. Tapi saya tidak ingin lebih jauh mengomentari hal itu," kata Firman kepada Tribun, Jumat (1/2).
Dari segi pertandingan, Firman menilai dirinya dan pemain lain, semaksimal mungkin mengikuti intruksi pelatih dengan baik. Selain itu, ia mengaku timnya bermain tanpa beban meski di laga tandang.
"Kami jalankan perintah pelatih. Kami bermain lepas dan benar-benar menikmati pertandingan. Kemarin, kami tidak pikir main tandang dan kandang, yang terpenting dapat poin," ujarnya.
Hasil imbang 2-2 melawan Persiram ini menjadi modal bagi skuad Maung Bandung yang akan menghadapi Persidafon Dafonsor awal pekan depan. Mantan kapten timnas Indonesia ini pun berharap bisa meraih hasil positif di laga tersebut.
"Selanjutnya di Persidafon tentunya kami ingin meraih hasil positif. Dan semoga di laga nanti para pemain lebih termotivasi lagi,' ujarnya.
Firman sendiri terbilang pemain senior di Indonesia, sekaligus mantan kapten timnas Indonesia. Saat ini, ia bermain di klub yang selalu mendapatkan prestasi buruk di laga tandang. Disinggung mengenai hal itu, Firman sendiri memilih bersikap optimis dan berusaha merubah image tersebut dari timnya.
"Bagi saya, laga tandang musim ini harus dapat poin berapapun. Maksmal harus dapat 6 poin atau minimal dapat 1 poin. Selain itu, kalau tidak dapat 6 poin, kami harus dapat 4 poin. Termasuk di laga tandang kali ini," ujarnya. (*)
0 comments:
Post a Comment